Theme made by IsMyWb <<>> © 2011–2014 Powered by Tumblr <<>> Install This Theme
Uang (Part 1)

Sinopsis:


Di sebuah kota besar, hiduplah sebuah keluarga. Mereka keluarga yang terpandang. Si ibu adalah seorang staf keuangan pemerintahan, sedangkan sang ayah merupakan pebisnis muda yang bisnisnya saat ini sedang meroket. Mereka berdua memiliki 2 orang anak. Seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan.

Dilihat dari luar, mereka adalah keluarga yang sempurna. Bahkan sebuah keluarga idaman. Tapi ternyata itu hanya kulit luarnya saja. Kenyataannya isi rumah keluarga ini bagai neraka. Mereka semua gila akan uang. Sang istri yang merupakan staf keuangan, terlalu sibuk memanipulasi laporan keuangan untuk kepentingannya sendiri. Sang suami gila bekerja dan lupa akan tanggung jawabnya sebagai ayah, hanya untuk mengejar keuntungan materi. Anak mereka yang paling tua, seorang laki-laki yang terlalu gila akan gadged, sehingga terus memoroti uang dari ayahnya untuk membeli gadged terbaru yang harganya selangit. Sedangkan putri mereka satu-satunya, gila akan fashion dan clubbing, dia mampu menghabiskan uang lima juta rupiah dalam satu hari.

Keluarga ini bagai neraka, mereka seperti iblis yang rakus akan uang dan kesenangan duniawi. Sang istri akhirnya ketahuan telah mengkorupsi dana pemerintah sebanyak miliaran rupiah. Sang suami menjadi depresi karena bisnisnya hancur total. Anak laki-lakinya akhirnya menjadi pengedar narkoba untuk tetap dapat membeli gadget, namun tertangkap. Anak perempuan keluarga tersebut hidupnya harus nelangsa di tangan Om-Om hidung belang, agar tetap dapat membiayai gaya hidupnya yang glamour. Semua ini hanya karena uang. Ya! Uang.

Puisi Yomi/Sang Istri  | Aku Tertawa Gagal  | @Omidgreeny


Tawaku terpekik menggema

ketika ku bisa meraup semua kebahagiaan maya

duka terselip pura-pura ku abaikan

yang penting nurani ku bercinta

akan semua kenikmatan dahaga

ku hirup sampai tetes akhir

 

aku, bahagia!

jangan tanya itu

aku memang bahagia!

Semua bisa kudapatkan

bahkan yang tak terlihat sekalipun

massa memuja kepintaranku

dibalik selimut panas dosa dunia

 

Tapi aku sekarat

menghabiskan darah dari orang-orang yang memang kehausan darah

apakah aku jahanam?

membuat emosimu tertanam?

ku jawab, ya, aku luar biasa!

mempunyai hasrat tinggi

untuk menguasai dunia

dan aku sadar akan mati dibawah desakan jeruji

hitam, gelap, dan aku gagal


Author’s Comment: Kesan : Ini pengalaman yang jarang, aku menulis puisinya tentang cinta, kali ini memang tentang cinta sih, tapi cinta uang dan sewaktu aku menulisnya benar2 seperti iblis yang senang akan kekayaan haha *penjiwaan


Puisi Danis/Sang Ayah |  Tuhan yang Sebenarnya  | @danissyamra


Uang.. Uang..

Aku mendamba akan uang

Menyatu dalam jiwa dan hidup

Uang..

Bagiku itu adalah Tuhan yang sebenarnya

Tuhan yang tidak semu

Karena uang adalah segalanya

Uang..Uang dan Uang…

Itu adalah nyawa kedua untukku

Bagai oksigen yang membuatku tetap hidup

Uang adalah oksigen yang sebenarnya

Uang.. Uang dan Uang..

Tanpamu…

Aku terasa tak bernyawa..

Raga ini hidup tapi tak berjiwa…

 

Author’s Comment: Kesan : Terlalu pekat dan dalam. Saya harus terjebak dengan sinopsis yang saya buat sendiri. perlu sebuah “kegilaan” tersendiri untuk membuat puisi ini.


Puisi Rheza/Anak Laki-Laki  | Satu..Dua..Tiga Lembar Uang  |  @gravelfrobisher


Satu…

Dua..

Tiga lembar

Hidupku bagaikan lembaran
Hidupku bagaikan uang
Berharga kemarin,
sampah di hari ini

Satu…
Dua…
Tiga lembar

Tersenyumlah bayang-bayang
Satu, dua, tiga lembar
Kesenangan sesaat yang kuhisap
Kegembiraan semu yang kusesap

Satu…
Dua…
Tiga lembar

Hey manusia, janganlah munafik
Aku adalah manusia
Uang juga manusia
Aku adalah uang

Satu…
Dua…
Tiga lembar

Kau kata aku menyesal?
Kau kata aku menangis?
Tidak.
Aku tertawa

Satu…
Dua…
Tiga lembar

Penjara ini menjadi rumahku
Melindungiku dengan tembok
Menghalauku dari realita
Menyelamatkanku dari keserakahan

Satu…
Dua…
Tiga lembar

Enam buah ‘tiga’ lembar
Enam buah ‘tiga’ penyesalan
Enam buah ‘tiga’ penebusan
Enam buah ‘tiga’ uang

Satu…
Dua…
Tiga lembar

Aku adalah manusia
Manusia mencintai uang
Satu, dua, tiga lembar
Di dalam kungkungan ruang ini


Aku adalah manusia

Kau kata aku menyesa?
Tidak, aku tertawa.
Kau kata aku menangis?

Satu, dua, tiga lembar
Aku tertawa, tersenyum
Satu, dua, tiga lembar

 Maukah kau bermain denganku?


 Author’s Comment: Sebenarnya, puisi ini saya buat EKSPRES (pas hari deadline, persis

sebelum dipost. Menghabiskan waktu saya sekitar 15 menit.
Saya tidak sempat lagi mendalami karakternya, namun saya akui saya
bisa relate dengan sang anak laki2.

Saya berpikir, kalau saya menjadi anak itu, dipenjara harusnya
BUKANLAH ALASAN baginya untuk bertobat.
Maksud saya, ANAK ITU TELAH DIDIDIK MENJADI SERAKAH SELAMA SEKIAN
TAHUN, dan dia baru dipenjara selama sekian bulan.
Makanya, saya tidak membuat puisi penyesalan. Saya membuat puisi KEGILAAN.

Saya berusaha menggambarkan kegilaan sang anak terhadap uang, dan
ketidakperdulian dia terhadap penjara atau apapun itu.
DIA GILA. Dan saya rasa saya juga akan gila *lirik tumpukan tugas*
*pingsan* #curcol


Puisi Nadya/Anak Perempuan  |  Kontrak  | @nadyapermadi



Aku menangis

Tidak..

Aku merintih, menjerit…

Mencoba menghentikan segalanya

Mengubah tadkirku

 

Lembaran itu membutakan..

Membuat kebas, tuli..

Tidak lagi dapat melihat nyata

Tidak dapat merasakan keindahan

Tidak, semuanya hilang..

 

Deretan angka itu menjerumuskan

Mematikan seluruh rasa

 

Lembaran itu hanya kertas, namun terlalu banyak

Banyak hingga membuat tamak

Tidak ingin lagi melihat mereka

Namun hidupku, jiwaku, ragaku telah terikat..

Terikat oleh kontrak mati..

Akan dia..


Author’s Comment : Kaget awalnya pas baca sinopsis ceritanya. Agak ‘beda’ dari biasanya. Tapi tetep keren! Perannya disini umum sih, gadis remaja yg suka hura-hura dan akhirnya jadi yah seperti itu. Untungnya, inspirasi lagi lancar pas nulis puisi ini dan ‘voila!’ puisinya jadi. Semoga pujangga2 diluar sana suka dengan puisi ini :)


  1. omidgreeny reblogged this from collabpoem
  2. collabpoem posted this